Tiga Papan
Sejumlah orang pandai menyelipkan tiga buah papan berharga di atas mejanya. Pada papan pertama tertulis : "Hari anda adalah sekarang, hari anda adalah sekarang." Artinya, hiduplah anda dalam batas-batas hari ini saja. Papan kedua bertuliskan : "Pikirkanlah dan bersyukurlah." Maksudnya, pikirkan tentang nikmat Allah SWT itu, kemudian syukurilah, dan papan ketiga bertuliskan : "Jangan marah!"
Ketiga papan ini merupakan tiga nasehat yang akan mengantarkan anda kepada kebahagiaan, melalui cara yang paling singkat dan mudah. Cara seperti itu harus anda ikuti, dengan menempelkan peringatan seperti itu di tempat strategis agar anda bisa membacanya setiap saat.
(Dr.'Aidh al-Qarni, dalam bukuna La Tahzan)
(Dr.'Aidh al-Qarni, dalam bukuna La Tahzan)
Struktur UKM Intelectual Moslem Community 2015/2016
“Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli
Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang
beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Ali Imran
110).
Ayat di atas menjelaskan
bahwasanya kita sebagai manusia harus menjaga ketakwaan dan keimanan kita
kepada Allah SWT. Menjadi umat terbaik adalah bagaimana kita sebagai manusia
dapat senantiasa membimbing antar sesama makhluk ke jalan yang benar, mengemban
dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia serta berusaha untuk terus menegakkan
kedaulatan Islam.
Mahasiswa sebagai Agent of
Change memiliki tugas yang sama untuk melakukan perubahan dalam berbagai segi
dengan tujuan untuk menjadi lebih baik, dalam hal ini Intelectual Moslem
Community (IMC) sebagai lembaga dakwah kampus memiliki misi dalam
membawa perubahan dalam mencegah hal-hal yang munkar ke arah yang ma'ruf yang terus berakar pada Al-qur'an dan Hadist.
Dengan adanya kepengurusan UKM Intelectual Moslem Community (IMC) yang baru, diharapkan nantinya setiap kader IMC dapat memberikan kontribusi serta sumbangsih bagi lingkungan kampus melalui program yang nantinya dapat memberikan dampak bagi mahasiswa yang terdapat di Universitas Bengkulu. Berikut susuan kepengurusan Intelectual Moslem Community (IMC) 2015/2016
Pembina : Alimansyah SIP ,MPA
Dewan Syuro : Eko Jaya,
Yulian Efendi,
Nevry Yanti,
Manggih Wahyu Putri
Ketua Umum : Faizon Irsyadi
Sekretaris : Wedo Setiawan
Bendahara : Mariyatul Ulfah
Bidang Kaderisasi : Bambang Kurniadi (Co)
Salman Alfarizi
Izon Ramadani
Fatonah Demirel
Dio Eka Putra
Andrian Ilham Prasetya
Rizky Aprianta Nugraha
Saras Pratiwi
Mukhira Mastie Rahmipa
Arum Dewi Septi
Bidang Kajian Dakwah Islam : Juni Muhammad Efendi (Co)
Arif Rohmandhoni
Rami Kurniawan
Astri Wijayanti
Putri Ratnasari
Putri Amanati
Okta Novita
Ina Khairunnisa
Bidang Studi Qur'an Terpadu (SQT) : Irwan Saputra (Co)
Okta Satria Sakti
Reza Pradana
Muhammad Sayyid Mufid
Feri Sandria
Edowan
Arif Sutirsno
Suci Kususma Nigrum
Fitria Imelda
Eka Oktavia
Dwi Febriani Watu Mesa
Bidang Keputrian : Desvy Wulan Dari (Co)
Desti Maya Sari
Ecky Nurul Fajriah
Armi Susanti
Indah Purnama Sari
Ninda Irmawati
Dia Putri Ratna Sari
Nur Fatimah
Lettia
Khoria
Sumina
Bidang Dana dan Usaha : Trio Aji Satri (Co)
Agung Kurniawan
Dimas Panji Fazly
Anteng Nirwanto
Suanto
Ade Rika Yulia
Nova Triani Rahmawati
Ayu Astika Sari Rahmania
Sepliani
Kami IMC "Rumah Peradaban"
IMC (Intelectual Moslem Community) adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa berbasis Kerohanian Agama Islam yang berada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu. Pada awal mula berdirinya IMC hanya beranggotakan tiga atau lima orang kader saja yang bertahan dengan keyakinan serta keberanian untuk membawa IMC untuk lebih baik dari tahun ke tahun.
Melalui semangat dakwah yang tinggi serta keuletan dari kader-kader yang tangguh, kini IMC sudah mulai memperkokoh pilar-pilar "Rumah Peradaban" melalui anggota-anggota yang setiap tahunnya bertambah dalam susunan barisan dakwah yang semakin kuat.
Rumah Peradaban yang menjadi tujuan bagi seluruh anggota IMC adalah sebuah tempat dimana setiap kader dapat belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik serta berguna bagi setiap orang. Dengan adanya semangat kekeluargaan yang erat serta toleran membuat kader IMC menjadi individu yang mampu menyebarkan kebaikan dan hal-hal positif lainnya bagi lingkungan dan masyarakat.
Untaian do'a dan harapan dari seluruh kader untuk terus beristiqomah di jalanNya, agar apa yang menjadi tujuan akhir bukanlah semata-mata pencapaian bagi dunia namun juga untuk akhirat nanti. Oleh karena hal tersebut IMC sebagai wadah bagi mahasiswa dan seluruh masyarakat, dapat membawa kehidupan untuk lebih berakhlak dalam tuntunan Al-Qur'andan Hadits.



